Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 September 2014

SKRIPSI : ABSTRAK : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Materi Pokok Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X MA NW Korleko Tahun Pembelajaran 2013/2014

ABSTRAK

          Habib Azhari. 10230014. “Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Materi Pokok Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X MA NW Korleko Tahun Pembelajaran 2013/2014” Skripsi : Program Studi Pendidikan Fisika, STKIP Hamzanwadi Selong. 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) terhadap prestasi belajar fisika materi pokok listrik dinamis pada siswa kelas X MA NW Korleko tahun pembelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen serta pengambilan sampel ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Dari hasil pengundian kelas, keluar sebagai kelas eksperimen adalah kelas X.A yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan jumlah siswa 24 orang dan kelas kontrol adalah kelas X.B yaitu menggunakan metode konvensional dengan jumlah siswa 24 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah

SKRIPSI : BAB IV dan V : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Materi Pokok Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X MA NW Korleko Tahun Pembelajan 2013/2014

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini, data hasil prestasi siswa diperoleh dari post test yang diberikan kepada dua kelas sebagai sampel. Kelas X.A sebagai kelas eksperimen dan kelas X.B sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran Konvensional. Hasil prestasi belajar siswa dapat dilihat pada lampiran. Namun, untuk lebih jelasnya berikut disajikan data hasil post tes kelompok Think Pair Share (TPS) dan konvensional pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1. Deskripsi Data Post-Test Prestasi Belajar Siswa
Kelompok
Jumlah Siswa
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Rata-Rata
Standar Deviasi
TPS
24
90
45
69,17
11,776
Konvensional
24
80
40
59,21
8,673


Berdasarkan tabel 4.1 tampak jumlah data, nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-rata dan nilai standar deviasi dari nilai prestasi belajar siswa baik yang diajarkan dengan TPS maupun kelas yang diajarkan dengan Konvensional. Data prestasi belajar mendeskripsikan bahwa untuk kelompok TPS dan Konvensional dengan jumlah siswa kelas TPS 24 dan kelas Konvensional 24 memiliki nilai rata-rata masing-masing kelompok tersebut adalah 69,17 untuk kelas TPS dan 59,21 untuk kelas Konvensional. Dari data tabel terlihat bahwa untuk kelas TPS, nilai tertinggi prestasi belajarnya adalah 90, nilai terendah 45, nilai rata-rata 69,17 dan nilai standar deviasinya adalah 11,776. Sedangkan untuk kelas Konvensional nilai tertinggi adalah 80, nilai terendah 40, nilai rata-rata 59,21 dan nilai standar deviasinya adalah 8,673. Berdasarkan

SKRIPSI : BAB III : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Materi Pokok Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X MA NW Korleko Tahun Pembelajaran 2013/2014

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

 A.    Tempat dan Waktu Penelitian
1.        Tempat Penelitian
Penelitian ini bertempat di MA NW Korleko kelas X semester genap tahun pembelajaran 2013/2014. Desa Korleko, Kecamatan Labuan haji, Kabupaten Lombok timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
2.        Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama semester genap yaitu dari bulan Januari sampai bulan Juli tahun 2014. Rincian waktu pelaksanakan penelitian dapat dilihat pada tabel 3.1
Tabel 3.1. Jadwal Penelitian
No
Kegiatan
Bulan/ tahun 2014
Jan
Feb
Maret
April
Mei
juni
Juli
1
Pengajuan judul






2
Proposal




3
Instrumen






4
Seminar






4
Validasi instrument






5
Pengambilan Data






6
Analisis Data






7
Pelaporan






8
Ujian







B.     Populasi dan Sampel
1.        Populasi
Menurut Sugiyono (2012: 117) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Kemudian Suharsimi Arikunto (2006: 130) mengatakan “populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”.
. Kesimpulan dari pendapat para ahli tersebut bahwa populasi adalah objek atau subjek yang

SKRIPSI : BAB II : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Materi Pokok Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X MA NW Korleko Tahun Pembelajaran 2013/2014

BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, PENELITIAN YANG RELEVAN DAN HIPOTESIS

A.    Kajian Teori
1.      Belajar dan Pembelajaran
Slameto (2003:2) mengemukakan bahwa “belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Pernyataan ini mirip dengan apa yang di ungkapkan oleh Sumiati dan Asra (2008:38) yang mengatakan bahwa “belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku, akibat interaksi individu dengan lingkungan”. Memang benar kalau banyak orang yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik, karena setiap kita belajar selalu berkaitan dengan pengalaman atau interaksi dengan lingkungan sekitar. Dengan begitu kita akan lebih peka dalam menyerap pengetahuan-pengetahuan dalam kehidupan ini. Seperti yang dikatakan oleh Haris Mudjiman (2006:1) bahwa “belajar adalah kegiatan alamiah manusia”. Perubahan tingkah laku pada suatu individu yang menjadi hasil dari pengalaman dengan lingkungan ini juga dapat dikelompokkan dalam tiga hasil yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Serperti yang dijelaskan oleh Syaiful Bahri Djamarah (2008:13) bahwa “Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik”. Dengan memperbanyak belajar maka akan di dapatkan perubahan yang signifikan pada kepribadian disetiap individu yang belajar tersebut. Tidak hanya mengokohkan kepribadian, akan tetapi dengan banyak belajar akan membuat kita lebih peka dalam bersikap, memperbaiki prilaku dan dapat meningkatkan keterampilan. Sepertia yang dikemukakan oleh Suyono dan Hariyanto (2011:9) bahwa “belajar adalah suatu aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian”.
Begitu banyak pendapat tentang belajar menurut para ahli seperti yang dipaparkan diatas, namun

SKRIPSI : BAB I : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Materi Pokok Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X MA NW Korleko Tahun Pembelajaran 2013/2014

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan dapat diartikan dari berbagai sudut pandang yaitu pendidikan berwujud sebagai suatu sistem, pendidikan berwujud sebagai suatu proses, dan pendidikan berwujud sebagai suatu hasil. Pendidikan berwujud sebagai suatu sistem maksudnya adalah pendidikan dipandang sebagai keseluruhan gagasan terpadu yang mengatur usaha-usaha sadar untuk membina seseorang mencapai harkat kemanusiaannya secara utuh. Pendidikan berwujud sebagai suatu proses adalah dipandang sebagai pelaksana usaha-usaha untuk mencapai tujuan tertentu dalam rangka mencapai harkat kemanusiaan seseorang secara utuh dan pendidikan berwujud sebagai suatu hasil, artinya pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang telah dicapai atau dimiliki seseorang setelah proses pendidikan berlangsung.
Keefektifan belajar yang dilakukan oleh siswa di sekolah tidak semata ditentukan oleh derajat pemilikan potensi siswa yang bersangkutan, melainkan juga lingkungan, terutama guru yang profesional. Ada kecendrungan bahwa sikap menyenangkan, kehangatan persaudaraan, tidak menakutkan atau sejenisnya dipandang sebagian orang sebagai guru yang baik. Akan tetapi pembelajaran diperoleh secara monoton sehingga pembelajaran fisika yang bertujuan untuk membentuk pola pikir kritis, deduktif, dan aksiomatis belum terwujud. Kondisi ini diprediksi karena pembelajaran fisika belum mengarah pada tercapainya kompetensi fisika. Jika pembelajaran fisika diarahkan untuk mencapai kompetensi fisika maka fisika akan mudah dipelajari sebagai alat untuk mengembangkan kecakapan hidup yang nantinya dapat bermanfaat bagi siswa untuk menghadapi kehidupan yang nyata. Oleh karena itu diperlukan suatu integrasi fisika yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi fisika siswa sehingga siswa akan mengerti pentingnya fisika dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang profesional dituntut untuk memiliki karakteristik yang lebih dari